Sahabat

image863.jpgdsc00115.jpgimage864.jpg

apakah sahabat sama sengan teman???
kalau di negara arab sepertinya sama,kalau di negara indo tergantung sama siapa kita bicara,sebagian orang mengatakan kalau sahabat anak orang yang dekat dengan kamu,yang mau menasehati kamu saat lalai,yang minta dinasehati disaat ia lalai,kalau teman??teman adalah orang yang dekat dengan kamu,itu saja.

emang penting adanya seorang sahabat??

ya,sangat penting dan memang saya anggap wajib hukumnya mencari sahabat.
kenapa??
dengan adanya orang yang mau menasehati kita disaat kita lalai,maka insya Allah kita termasuk orang orang yang beruntung

Cerita  

disebuah desa ada seorang anak yang sangat nurut dengan orang tuanya,apapun yang diperintah oleh orang tua pasti diikuti.

suatu hari anak tadi di suruh pergi kesawah oleh ayahnya,saat itu sianak sedang belajar,dengan wajah ngga ikhlas anak tadi menuruti perintah ayahnya,pergi kesawah.

sesampainya disawah,ternyata saat itu adalah waktu panen tomat,anak tadi disuruh bawain tomat dengan keranjang,ke jalan raya,karna jarak jalan raya dengan sawah itu cukup jauh.

didalam hatinya sianak bergumam “kejam!!!!,kenapa ayahku sekejam ini padaku!!!!dia enak enakan memetik tomat aku yang disuruh bawain!!!!,ngga adil!!!!!”

saking banyaknya tomat yang dipanen,pada akhirnya sianak ngga sanggup menahan rasa ketidak puasan dia,di keluarinnya wajah ngga ikhlas didepan ayahnya.

“istirahat dulu,mungkin kamu capek” kata ayahnya.anak tadi menaruh keranjangnya dengan keras ke tanah,lalu sang ayah mengambil keranjang tadi dan mulai mengumpulkan tomat tomat yang sudah di petiknya,lalu ia bawa kejalan raya dengan sendirinya.

setalah kurang lebih 15 keranjang dibawa oleh sang ayah,kemudian dia berkata “kamu balik aja,bantu ibumu dirumah”
anak tadi merasa sangat bahagia disuruh pulang oleh ayahnya.

sedatangnya dirumah dia melihat sang ibu sedang membuat wajik ( makanan jawa,yang dibuat dari ketan,gula merah ),anak tadi melihat sang ibu meneteskan air mata karna ngga kuat menahan panas api yang membakar wajik tadi.
sang anak menangis ” ya Allah sebegitu susahkah orang tuaku???” sengan sepontan anak tadi menghampiri ibunya

” bu sini saya gantiin,ibu istirahat aja dulu ” seakan rasa capek yang tadinya menyelimuti tubuh dia hilang seketika,tenaga yang tadinya hilang kini pulih kembali,hingga airmata yang keluar dari matanya,ngga dirasakan lagi.

setelah sekitar setengah jam lamanya sang anak mengolah wajik,ayah datang.
sang ayah melihat anaknya sedang mengaduk aduk wajik seakan akan ngga ada rasa capek,sang ayah menangis,

” ya allah jadikanlah anakku,anak yang berbakti “

hikmah dari cerita :

1. seorang anak memang terkadang ngga terasa udah egosi,maunya menang sendiri,padahal orang tua seharusnya lebih tau apa yang diinginkan anaknya
2. orang tua dengan susah payah mencari biaya untuk membiayai pendidikan anaknya,namun terkadang sang anak ngga ngerasa sebegitu susahnya orang tua mencari nafkah,bahkan sampai disuruh orang tua ngga ikhlas.
3. orang tua selagi mampu melakukan sesuatu dia ngga bakal minta bantuan dengan anaknya,meskipun pada akhirnya dibantu oleh anaknya dengan ngga ikhlas,orang tua akan melakukan hal itu sendiri dan menyuruh sang anak berhenti melakukannya

One Comment pada “Sahabat”

  1. yulianti walangadi Says:

    kalau begitu jadikan temanmu sebagai sahabatmu,agar kedua2nya mempunya arti yang sama dan fungsi yang sama pula,thanks


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: